Showing posts with label apple. Show all posts
Showing posts with label apple. Show all posts

Wednesday, March 25, 2009

Apel yang Belum Digigit ...


Seorang teman kantor belum lama ini membeli MacBook Pro baru untuk mendukung pekerjaannya yang makin bejibun. Jika sebelumnya dia sering lembur dan pulang larut malam karena harus menyelesaikan tumpukan pekerjaannya, belakangan ini dia jadi bisa pulang lebih cepat hampir setiap hari. Meskipun tetap saja, setibanya di rumah, dia akan kembali membuka MacBook tersebut dan melanjutkan pekerjaannya, dari rumah.

Suatu hari teman kantor ini muncul di kantor dan memperlihatkan sebuah video kocak. Kedua anaknya, perempuan berusia sekitar tujuh tahun dan adik lelakinya yang berusia empat tahun, ternyata menjadikan MacBook ibunya ini mainan baru mereka. Berhubung di MacBook sudah tertanam integrated webcam, maka kedua anak tersebut kemudian memanfaatkannya, yang menurut penuturan teman kantorku ini, dia sendiri tidak mengetahui kalau anak-anaknya bisa menggunakan MacBook tersebut.

Di dalam tayangan video amatir tersebut, kedua anak itu berakting seperti layaknya presenter program anak-anak yang sering mereka saksikan di televisi, tentunya dengan gaya natural mereka sendiri yang lucu dan mengocok perut dengan tawa.

Sang kakak menceritakan ulang sebuah dongeng yang berulang-kali ditimpali oleh adiknya dengan komentar-komentar polos, dan di akhir cerita, sang kakak menutupnya dengan sebuah adlib pesan sponsor layaknya presenter professional. Kurang-lebih seperti ini, “Cerita tadi dipersembahkan oleh ... (menyebutkan nama bank).” Kontan kami terbahak-bahak dibuatnya. Lucu sekali.

Tapi ternyata kelucuan tersebut masih berlanjut. Beberapa minggu kemudian, teman kantorku itu bercerita kalau anak perempuannya jadi ingin punya MacBook-nya sendiri, supaya dia bisa ikut menjelajahi dunia maya (browsing) untuk membantu menyelesaikan pekerjaan sekolahnya, dan karena dia ingin merekam video-video lainnya bersama sang adik.

Yang membuat kami semua tertawa adalah, kepolosan si anak perempuan ketika meminta MacBook baru itu kepada Ibunya. Kurang-lebih katanya, ”Bunda, kakak juga mau laptop seperti punya Bunda, biar gak perlu gantian sama Bunda kalau kakak mau pakai. Tapi kakak maunya laptop yang apelnya belum digigit.”

Ternyata, meskipun terpesona dengan kecanggihan laptop temanku ini, dia memendam rasa tidak suka pada logo Apple. Ha! Ha!


Monday, November 17, 2008

Era Baru Komunikasi Politik Indonesia



Bagiku pribadi, yang menarik disimak dari kemenangan telak kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Barack Obama, atas kandidat dari Partai Republik, John McCain, adalah terkait metode kampanye yang dipergunakan oleh President-elect Obama ini.

Bahkan sejak waktu pertama kali beliau terjun untuk menjadi calon kandidat dari Partai Demokrat – yang antara lain harus bersaing menghadapi Senator Hillary Clinton, sepak terjang Obama sangat diperhatikan karena ia sangat memanfaatkan dan mengandalkan kekuatan dunia virtual alias media internet.
Hampir semua situs jejaring sosial terkemuka dimanfaatkan oleh tim sukses beliau untuk berkampanye. Hingga akhirnya beliau memang kemudian menang dalam pemilihan dan terpilih dalam Konvensi Partai Demokrat untuk maju sebagai calon Presiden dari Partai Demokrat.

Penggunaan situs jejaring sosial secara maksimal oleh tim sukses Barack Obama bukan tidak diperhatikan dengan teliti oleh para pesaingnya. Dalam salah satu pidatonya ketika berkampanye, si ‘Bapak Tua yang Ketinggalan Jaman’ alias John McCain, menyindir saingannya dengan menyatakan betapa rajinnya Barack Obama menghabiskan waktu untuk tweeting dan apakah dia pernah bertemu dengan sesama fellow Twitterer, istilah yang dipergunakan oleh para pengguna layanan Twitter ketika meng-update informasi tentang diri mereka.

Sebagai salah satu pengguna setia (alias Twitterer) sejak lebih dari satu tahun belakangan ini, aku sempat merasa geli sendiri pada ketertinggalan zaman si Bapak Tua McCain. Dia membuat dirinya sendiri tampak bodoh di mata para pemilih muda yang sangat akrab dengan teknologi informasi alias internet (mereka yang dapat juga disebut sebagai "Generasi Mac", bukan karena mereka mendukung McCain, tapi karena merupakan generasi yang sangat akrab dengan teknologi dan menjadi konsumen loyal dari produk-produk Apple).

Dan sebagaimana yang akhirnya telah kita semua ketahui bersama, semua upaya dan kerja keras tim sukses Obama membuahkan hasil gemilang dengan kemenangan mutlak Obama atas McCain.

Yang kemudian menjadi fenomena menarik yang patut disimak adalah, metode kampanye Barack Obama ini bukan tidak mungkin akan ditiru oleh para aspirant calon pemimpin di seluruh dunia.
Ini adalah taktik yang juga sudah mulai diadopsi oleh Bapak Rizal Mallaranggeng (yang punya blog dan akun Facebook), dan secara terbuka diakui beliau memang diinspirasikan oleh metode kampanye Mr. Obama.




Mengingat bahwa penetrasi internet (alias melek internet) di negeri ini sedang sangat digalakkan (ingat rangkaian iklan Telkom seri "Internet Masuk Desa" ?), bukan tidak mungkin dengan semakin meningkatnya suhu politik nasional menjelang Pemilu bulan April 2009 (mohon dikoreksi bila aku keliru), mulai awal tahun depan kampanye calon presiden Republik Indonesia juga akan menyerbu dunia virtual yang selama belasan tahun ini relatif steril dari siapapun kandidat pemimpin negeri ini.

Bisa jadi, bukan hanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saja yang rajin menyapa rakyat negeri kita lewat kiriman SMS massal, tapi juga para kandidat pemimpin lainnya. Belum lagi belakangan ini diberitakan luas bahwa salah satu partai besar sudah menyatakan akan meninggalkan metode kampanye melalui pengumpulan massa. Barangkali mereka masih tidak bisa melupakan salah satu foto yang pernah tampil di Kompas pada tahun 2003, memperlihatkan satu orang pria yang sama yang ikut dalam kampanye tiga partai politik berbeda (sayang, aku tidak bisa mendapatkan foto itu). Kita lihat saja apakah komitmen partai ini benar-benar dilaksanakan atau tidak tahun depan.

Yang jelas, marilah kita tetap bersemangat menyambut datangnya era baru komunikasi politik di Indonesia!


Friday, October 31, 2008

Yang Menyebalkan, dan Yang Tidak.


Apa sajakah hal-hal yang lebih menyebalkan daripada terpaksa menunggu tanpa kejelasan tentang kepastian waktu?

Tentu saja, ada!

Dan jawabnya bermacam-macam, bisa jadi antara lain:
(1) Terpaksa menanggung malu akibat kekeliruan – atau kebodohan – yang dilakukan oleh orang lain dan karena satu kondisi khusus, kita ikut kena ‘getah’ –nya; atau
(2) Terpaksa menahan rasa kebelet – entah itu pipis ataupun poop – karena harus mengantri menggunakan toilet umum; atau
(3) Terpaksa menahan rasa emosi yang memuncak karena orang yang menyebabkan timbulnya gejolak instabilitas emosi itu dengan behavior-nya yang sungguh ingin membuatmu menginjaknya sampai gepeng adalah sumber penghasilan kita (atau yang dapat juga dibaca: klien), dan uang yang bisa didapatkan darinya relatif besar jumlahnya; atau bisa juga
(4) Terpaksa bolak-balik mengeluarkan uang gara-gara jatuh sakit padahal sakitnya itu ditularkan oleh orang lain dan hanya karena pekerjaan saja yang menyebabkan kita terpaksa berhubungan / menjalin kontak langsung dengan si pesakitan (sudah macam narapidana di pengadilan saja istilahnya); atau
(5) Terpaksa membatalkan janji kencan dengan pacar karena ada pekerjaan mendadak yang baru masuk dengan deadline yang sangat mepet alias harus di-submit ke klien petang itu juga; serta
(6) Dan lain sebagainya.

Kalau mau dilanjutkan terus, daftar ini bisa akan sangat panjang kali lebar dan pastinya akan lebih panjang daripada daftar belanjaan bulananku di sebuah hypermarket langganan.

Kata teman-temanku, semenjak aku mulai kembali berhubungan asmara (ih, geli sendiri membaca istilah ini), dalam artian ”In a Relationship”, auraku jadi lebih cerah, aku jadi lebih relax dan sudah tidak terlalu negatif lagi dalam menghadapi segala macam hal?

Mungkin ada benarnya, entahlah. Tapi bagus juga kalau Dia bisa memberikan pengaruh sangat positif padaku.

Hanya ada satu keluhan ringan dalam hubungan ini, sejak jalan bersama Dia, aku jadi boros banget. Ha! Ha! Jadilah rencana giat menabung dengan cita-cita untuk bisa beli MacBook berwarna hitam terpaksa dilupakan dulu.

Tapi mohon diperhatikan dan dicatat serta dicamkan baik-baik dalam benak Anda para pembaca terhormat, ini bukanlah sebuah keluhan, lho!

Thursday, October 4, 2007

Do You Love an Apple ?

Do you love an apple?
Do you love a pear?
Do you love a lady with curly brown hair?

Why yes I love him, I'll never deny him,
I'll always love him 'till the day that I die

Before I got married I wore a black shawl,
But after I'm married, I wore bugger-all
But still I love him, I'll never deny him,
I'll always love him 'till the day that I die

He stands on the corner, a fag in his mouth,
His hands in his pockets he whistles me out
But still I love him, I'll never deny him,
I'll always love him 'till the day that I die

Do you love an apple?
Do you love a pear?
Do you love a lady with curly brown hair?

Why yes I love him, I'll never deny him,
I'll always love him 'till the day that I die




< Do You Love an Apple ? is a classic Irish folk song which was popularized at present times by Rufus Wainwright. This lyrics above was posted online at first in my previous blog on March 4th, 2005 >